Dalam jin dan manusia kecuali untuk menyembah

Dalam sejarah Islam diskriminasi terhadapkaum perempuan telah dihapuskan sejak lima belas abad yang lalu. Dan padadasarnya dalam Islam tidak pernah membeda-bedakan antara perempuan danlaki-laki, meskipun memang peran antara keduanya berbeda dan memang Islammengakui peran laki-laki dengan perempuan berbeda. Laki-laki dalam Islam adalahImam atau pemimpin dalam suatu keluarga yang bertanggung jawab memberi nafkahistrinya dan anaknya, membina keluarga nya layaknya pemimpin dan perempuansebagai seorang ibu yang mengurus urusan rumah tangga dan membesarkan anak. Perbedaanperan ini menjadi titik berat perbedaan antara perempuan dengan laki-laki yangterdapat pada surat An Nisa- 34   “Kaum laki-laki adalahpemimpin bagi kaum wanita, Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki)atas sebagian yang lain wanita, dan karena mereka  (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dariharta mereka. Sebab itu maka wanita yang sholeh, ialah yang taat kepada Allahlagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telahmemelihara mereka.

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilahmereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah.. Kemudian jikamereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.Sessungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” Dariayat tersebut dapat ditafsirkan bahwa karena laki-laki adalah pemimpin karenalaki-laki pertanggung jawab untuk mencari nafkah untuk keluarga, maka seorangperempuan wajib mematuhi suaminya dan laki-laki sebagai suami punya hak untukmendisiplinkan istrinya. Dalam ayat tersebut, AllahSWTjuga memberi tahu bagaimana cara mendisplinkan istri yang tidak taat ataumelanggar peraturan. Pertama adalah menasehatinya terlebih dahulu, kalau tidakmendengarkannya, maka langkah kedua adalah pisah ranjang dan yang terakhir jikamasih belum berubah juga, maka suami berhak untuk menghukum istrinya. Namunjika sudah kembali taat, maka Allah SWT melarang suami untuk menyakitiistrinya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dari sini dapat disimpulkan bahwa Islam kekerasan terhadap perempuanjuga bukanlah hal yang semena-mena yang laki-laki dapat lakukan, bukan berartikarena laki-laki adalah seorang pemimpin berhak menindas perempuan. Laki-lakisebagai suami hanya berhak untuk mendisplinkan bukan menyakiti. Karenalaki-laki adalah pemimpin keluarga inilah yang menyebabkan dominasi laki-lakidiatas perempuan dan doktrin bahwa posisi perempuan masih dibawah laki-laki.             Perempuandan laki-laki adalah manusia, salah satu makhluk yang Allah ciptakan.

Manusia adalahmakhluk Allah SWT yang terbuat dari tanah, berbeda dengan Jin yang terbuat darinyala  dan malaikat dibuat dari cahaya.Allah SWT menciptakan makluk-makhluk nya untuk taat kepadanya, untuk beribadahkepadanya seperti yang difirmankan oleh-Nya di Surat Adz-Dzariyat ayat 56 “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecualiuntuk menyembah kepada-Ku.” Laki-laki maupun perempuan sama-sama ciptaanAllah SWT , kedudukannya sama sebagai hamba Allah SWT , hamba yang berkewajibanuntuk tunduk, taat, dan beribadah kepada penciptanya dan tidak dibeda-bedakankarena kewajibannya sama.

Namun, perbedaan yang ada di mata Allah SWT hanyalahsatu, yaitu ketaqwaannya.  “Hai manusia, sesunnguhnya Kami menciptakankamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamuberbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orangyang palling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi MahaMengenal.” Allah tidak memandang makhluknya berdasarkan suku, ras, hartabegitupun dengan jenis kelamin. Sesungguhnya Allah tidak membeda-bedakan antarayang mana laki-laki dan perempuan, melainkan Allah memandang seseorang secarautuh dan manusia yang paling mulia baginya adalah manusia yang bertaqwakepadanya.

  “Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim,laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalamketaatannya, laki-laki dan perempuan yan benar, laki-laki dan perempuan yangsabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yangbersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yangmemelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama)Allah, Allah telah menyediakan mereka ampunan dan pahala yang benar.” Maksudutama dari ayat ini adalah bahwa akhlak baik itu dapat dimiliki oleh keduanya,baik kaum perempuan maupun kaum laki-laki sebagai manusia, mereka punya hak dankewajiban yang sama, yaitu taat kepada Allah dan menjalani hidup sesuaisyari’at islam. Allah memberikan pahala dan kebaikan bagi keduanya. Setiapmanusia nanti di akhirat akan dihisab berdasarkan amalan yang telah merekakerjakan selama di dunia. Jenis kelamin bukanlah syarat ataupun pertimbangandalam permasalahan ini.

Kesimpulannya, bahwa dalam islam kaum perempuan setaradengan laki-laki kedudukannya sama dimata Allah SWT tidak dibeda-bedakan.  A.    Dampak yang Terjadi ApabilaKesetaraan Gender Tidak Terwujud1)      Keterbelakangnyapendidikan perempuan akibat orang tua yang menganggap bahwa masa depan seorangperempuan hanyalah menjadi ibu rumah tangga, mengurus suami dan anak. Sehinggaorang tua berpandangan untuk seorang untuk anak perempuan harus segeradinikahkan ketika usianya cukup tanpa harus sekolah lama-lama karena kerjanyahanya perlu di rumah dan akhirnya putus sekolah.

Sedangkan anak laki-laki,harus sekolah setinggi-tingginya atau misalnya, orang tuanya keterbatasanekonomi maka laki-laki lebih diutamakan untuk mendapatkan pendidikan agarmendapatkan pekerjaan baik nantinya.2)       Penilaian terhadap seseorang atau suatukelompok yang hanya didasari oleh suatu presepsi. Dimana streotipe tentangperempuan mempuat pelabelan negatif yang menimbulkan ketidakadilan berupahal-hal diskriminatif terhadap kaum perempuan yang sifatnya merugikan.  3)      Kekerasanterhadap perempuan juga kerap ditemukan, kekerasan fisik seperti pemerkosaandan pemukulan hingga pelecehan seksual. Bisa terjadi bukan karena kecantikanparasnya, namun karena kekuasaan stereotipe gender yang dilekatkan kepadaperempuan.

4)      Bebanganda bagi perempuan yang bekerja, selainberkerja ia juga harus menanggungbeban sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan bagi laki-laki, tidak saja merasabukan taggung jawabnya, bahkan di banyak tradisi, laki-laki dilarang terlibatdalam pekerjaan rumah tangga. B.     Solusi Untuk Mencapai KesetaraanGender1)      Mempromosikankesetaraan gender melalu program publikasi dalam bentuk turun ke jalan,lewatradio, dan media lainnya sebagai penyadaran bagi masyarkat.2)      Memperkuatsistem perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan kelembagaanperlindungan perempuan dan anak (PresidenRI, 2015)3)      Mereformasisuatu hukum perundang-undangan yang menjamin kesetaraan.4)       Meningkatkan kemandirian organisasi perempuan suatukelembagaan atau intuisi5)      Merubahsistem pada tiap institusi dengan menetapkan hak-hak dan kesempatan yang samabagi perempuan maupun laki-laki.  

x

Hi!
I'm Simon!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out